Senin, 17 Januari 2011

Contoh drama berjudul CINDELAILA MALANG

Ayah Cindelaila : Hay putriku sudah lama kita ditinggal oleh ibumu
Cindelaila : Hah ??
Ayah Cindelaila : Sejak dulu sampai sekarang kamu kok bodoh sekali tho nak!
Cindelaila : Hahaha... Masa si Yah?, Aku nggak sadar ya?
Ayah Cindelaila : Ya ampun, kita ini keluarga ningrat ,keturunan darah biru campur
Merah. Ngomong-ngomong, Ayah ingin kawin lagi nih .
hhhhaaaa
Cindelaila : Ha? Kawin? Memang,siapa yang mau sama ayah? Mungkin, Ibu
dulu mau nikah sama ayah karena ayah pelet kan?
Ayah Cindelaila : Ha? Apa lu kata? Ayah ini memang cakep, Pintar pula.
O ya, ayah sudah punya calon ibu untukmu dia janda kembang desa! Namanya Gracia
Squita, dia uda punya 2 anak perempuan.
Cindelaila : hm, boleh tu yah! Coba besok kenalin sama aku ya!!!

Beberapa hari kemudian.........

Ayah Cindelaila : Cinde, coba ke sini! Siapa yang datang!!
Cindelaila : Iya ayah,,,
Ibu Tiri : Hai sayang....
Saudara Tiri 1,2 : Hai Cindelaila...
Cindelaila : Halo semua...
Ayah Cindelaila : Cin, ini adalah calon keluarga baru kita!
(sambil memperkenalkan) Ini calon ibumu dan ini calon
kakakmu.
Cindelaila : Iya yah, mau, mau, mau aku
Ibu dan saudara tiri 1,2: Terima kasih Cindelaila...

Akhirnya ayah Cidelaila dan ibu Grace menikah dan hidup bahagia sampai pada akhirnya.....

Ayah Cidelaila : Istriku......
Ibu tiri : Apa suamiku?
Ayah Cidelaila : Sudah lama aku tidak berburu rusa. Apa boleh aku pergi ke hutan
untuk menangkap rusa?

Akhirnya dengan jurus rayuan seribu maut yang diucapkan ayah Cidelaila kepada ibu Grace, membuat ibu Grace mengijinkan ayah Cindelaila pergi berburu.
Setelah ayah Cindelaila sampai di hutan, ia memulai perburuannya. Dia menemukan seekor rusa didekat jurang, ia pun langsung berlari mengejarnya. Tapi semua diluar perkiraan, dia terpeleset karena menginjak kulit pisang, dan ia terjatuh ke jurang. Dan sampai berbulan-bulan dia tak pulang ke rumah.

Ibu tiri : (sambil duduk-duduk) anak-anakku, kenapa ayah kalian tidak
pulang dari hutan ya??
Saudara tiri 1 : Sudah dimakan binatang buas mungkin bu!
Saudara tiri 2 : hahahah...... betul bu kata kakak!
Ibu tiri : hahahahah (ketawa setan)
Berarti, kita bisa menguasai semua harta ayah kalian ini!
Saudara tiri 2 : Dan juga, kita dapet pembantu baru bu!
Ibu tiri` : Siapa?
Saudara tiri 1 : Siapa lagi kalau bukan Cindelaila!?
Ibu tiri : Kalian memang anakku. Kalian menguasai keahlian ibumu nak!

Beberapa saat kemudian....

Ibu tiri : Cin!!! Cinde!!! Cepetan ke sini!
Cindelaila : Iya buk. Ada apa??
Ibu tiri : hah??? Kamu ini nggak tau atau pura-pura bodoh sih??? Ayah
kamu yang jelek itu sudah mati dimakan binatang buas!! Tau
nggak!
Cindelaila : Apa?? Ibu bohong kan !! ayah nggak mungkin mati! Mungkin dia
meninggal!
Saudara tiri 1 : Sudah! Bungkam mulutmu itu! Mulai sekarang kamu harus mencuci baju kami dan masak makanan untuk siang & malam!
Ibu tiri : Juga pijati ibumu ini, aku sudah capek!
Saudara tiri 2 : jangan lupa PR ku dikerjakan juga!
Cindelaila : Tapi.....
Ibu tiri : Sudah jangan banyak bicara! Kerjakan sekarang!
Cindelaila : Baik bu ,

Malam harinya saat di kamar......

Cindelaila : (menangis)
Hiks hiks ..
Tuhan, kenapa hidup ku seperti ini ?? Tolong beri aku bantuan 

Twiiiiiitttttttttt,,,,.....

Peri : aduuuuuuhhh ...
Cindelaila : hahahaaa
( tiba-tiba diam) siapa kamu ??
Peri : (berdiri) Hiiiii (senyum pepsodent)
Oke , saya peri dari negeri Paman Sanusii ..
Cindelaila : paman Sanusi ? ada toh ?
Peri : di deket rumah Bu Sanusi ..
Cindelaila : Ih, peri kok melucuu sih
Peri : peri kesini untuk membantu Cindelaila . Yaitu buat Cindelaila
senang 
Cindelaila : terimakasih Tuhan !! Oh.. iya peri, Peri tahu tidak ?? kenapa saya
begitu dibenci saudara tiri saya ?? 
Peri : Tak tahu lah ..
Mungkin ada sesuatu rahasia di antara mereka .
Cindelaila : mungkin juga ituu !!
Ibu Tiri : (berteriak)
CINDEEEEEE !!!!
Peri : eh.. ibu kamu memanggil, saya harus segera pergi ...
Punya sapu gak ?? aku pinjam ..
Cindelaila : Ini ...
Peri : oke.. saya pergi duluu
Cindelaila : makasii peri, karna sudah buat aku sedikit lega 
Peri : itu sudah tugas saya 
Bebebeeiii ..
Cindelaila : (tersenyum)

KREEK..... Pintu terbuka

Ibu Tiri : CINDEEE !!!
Ngapain kamu ?
Cindelaila : anuu.. anuu.. hmm ..
(mengambil pel) ngepel bu ..!!
Ibu Tiri : alasan saja ! cepat keluar, ada banyak kerjaan numpuk .
Cindelaila : iya bu 

Keesokannya.....

Ibu tiri : Anak-anakku kemarilah! Nanti sore ada pesta di kerajaan, kalian
semua harus ikut! Siapa tau kalian dapat jodoh seorang
bangsawan disana.
Saudara tiri 1 : Oke bu, eh bu, Cinde juga ikutan ya?
Saudara tiri 2 : iya nih buk! Masak dia ikutan! Kan jijik gitu buk!
Ibu tiri : Biarin aja, kalau dia ikutan kan, bisa bantuin kita bawa’in
belanja’an kita sepulang dari pesta nanti.
Saudara tiri 1 : Ya sih buk, dia kan jongos kita!!
Saudara tiri 2 : Bener buk! Kalau kemana-mana ada dia, kita kan ga kerepotan!
Ibu tiri : iya kan, banyak untungnya ada dia!!
Ibu mau panggil dia dulu! Cinde.....Cinde....cepat kemari!
Cindelaila : Iya buk, ada apa?
Ibu tiri : Nanti sore, kamu harus ikut kami ke pesta kerajaan, tapi kamu
tidak boleh memakai pakaian yang bagus!
Cindelaila : Baik buk
Saudara tiri 2 : Bagus itu Cinde, kamu memang anak yang penurut!
Ibu tiri, saudara 1 2 : (tertawa) hahahahahahahahaha

Sementara itu di kerajaan...

Ratu : Kanda, dimana anak kita Iqbal? Dari tadi aku mencarinya tapi
tidak ketemu juga!
Raja : Iya dinda, aku juga mencarinya, dia kan harus membantu
kakaknya dipesta sore ini!
Eh dinda, aku punya ide bagus!
Ratu : Apa itu kanda?
Raja : Sudah saatnya mereka mencari teman seorang perempuan!
Karena kanda sangat bimbang kala anak-anak kita tidak pernah
mengenalkan seorang teman perempuan, kanda takut anak-anak
kita tidak normal!
Ratu : Maksud kanda,,,,,, anak kita homo?
Raja : Tidak ada salahnya kan dinda, untuk membuktikan
kebenarannya??
Ratu : Kanda benar, aku setuju dengan rencana kanda
Raja : Kita carikan seorang anak remaja perempuan kira-kira sebaya
dengan mereka, kita adakan sayembara untuk Fandy dan Iqbal
Ratu : Bagaimana jika sayembara itu berupa permainan rubik, kanda??
Raja : Itu benar sekali dinda, rubik adalah tradisi permainan keluarga kita
Ratu : Dan juara pertama akan menjadi teman Fandy, dan juara
keduanya akan menjadi teman Iqbal!
Raja : hm, itu menarik sekali. Aku akan panggil mereka.
Fandy, Iqbal.... cepat kemari nak!!
Fandy dan Iqbal : Iya ayah....
Ada apa ayah?
Raja : Saat pesta nanti, kami akan mengadakan sayembara, apa kalian
setuju?
Fandy : hm, sayembara apa ayah?
Ratu : Kami ingin membuktikan kalau kalian normal.
Iqbal : Maksud ayah dan bunda itu .......
Kalian mau mencarikan jodoh untuk kami?
Raja : Bukan lah... kamu itu masih kecil, pikirannya kawin melulu
Fandy : Jadi???
Ratu : Jadi, kalian akan mendapat teman baru seorang perempuan. Dan
dia akan tinggal disini selamanya. Dan jika kalian cocok, yaaa....
besar nanti kalian akan nikah!
Iqbal : ha??? Nikah lagi??
Fandy : kamu ini kecil-kecil nikah aja
Semua tertawa terbahak bahak......

Saat pesta berlangsung,,

Ibu tiri : (sambil berbisik) Cinde, ingat ya, kamu disini jadi jongos kami,
bukan ikutan ke pesta! Jadi jangan berharap lebih! Dan jangan
melakukan hal-hal buruk, kamu bisa mencoreng nama baik
kami!!
Cindelaila : Baik bu, aku akan menunggu di luar saja.
Saudara tiri 1 : Bagus itu, jadi jangan coba-coba menarik perhatian Raja agar
kamu di bolehin untuk masuk!
Saudara tiri 2 : Dan juga jangan menarik perhatin pangeran Iqbal! Inget itu!
Cindelaila : Oke kak! Aku akan menurut dengan kalian.

Pesta pun dimulai dan pada pertengahan acara, Raja dan Ratu mengumumkan sayembara itu. Semua para tamu sangat terkejut tentang hal itu. Karena sayembara ini sangat sulit untuk dilakukan. Rata-rata dari mereka, tidak bisa bermain rubik. Dan pada akhirnya......

Iqbal : Aduh, kira-kira siapa ya yang bisa bermain rubik?? Kuharap
orangnya cantik dan baik hati.
Fandy : Tenang saja adikku, hanya keturunan bangsawan asli lah yang
bisa bermain rubik ini.
Iqbal : ayo kita lihat mereka yang mencoba bermain rubik! Kira-kira
banyak atau tidak ya??
Fandy : Ayo!!!

Sementara itu......

Saudara tiri 1 : Aduh, ibu.... susah banget!! Kenapa ibu nggak ngajarin aku dari
dulu??
Saudara tiri 2 : Iya bu, ini susah banget, padahal aku kepengen banget jadi temen
deketnya pangeran Iqbal!
Ibu tiri : Ibu juga nggak pernah mainan barang kayak ginian....
(memegang rubik sambil keheranan) jadi mana ibu bisa nak!!

Sementara di luar kerajaan, Cindelaila tidak tau bahwa ada sayembara di dalam pesta. Apalagi sayembara itu soal rubik, padahal selama ini rubik adalah permainan yang selalu ia bawa saat menemani saudara tirinya berbelanja atau saat dia menangis sendirian. Karena rubik ini adalah salah satu peninggalan dari ibunya dulu.

Di luar Cinde ditemani oleh peri yang menyamar menjadi seorang perempuan. Peri selalu melakukan ini kala dia akan bermain rubik bersama Cinde.

Fandy : huh membosankan! Dari tadi tidak ada yang bisa bermain rubik!
Iqbal : Iya nih, lebih baik kita keluar aja cari udara segar.
Fandy : Iya, ayo!!

Saat diluar kerajaan, mereka tanpa sengaja melihat Cinde dan peri bermain rubik, mereka tetap mengamatinya, apa mereka bisa atau sekedar bisa-bisa’an saja. Ternyata, Cinde dan peri bisa menyelesaikan rubik tersebut. Dan.....

Fandy : Siapa kalian??
Cindelaila : hm, anu......anu,,,, saya Cindelaila pangeran, dan ini ....
Peri : (menyerobot) Saya Nana pangeran
Iqbal : Kenapa kalian tidak masuk saja? Dan kenapa kalian menyendiri?
Cindelaila : Saya menunggu ibu dan kakak saya, sedangkan saya disini
bersama teman saya, Nana. Kami biasa disini bermain rubik.
Peri : Iya pangeran
Fandy : kenapa kalian tidak ikut sayembara??
Cindelaila : hah?? Sayembara? Sayembara apa pangeran ??
Iqbal : ternyata kalian tidak tau ya.....
Sayembara ini dilakukan untuk mencari teman perempuan untuk
kami. Coba kalian ikut, keliatannya kalian bisa menang!
Fandy : Iya, kalian punya bakat untuk bermain rubik.
Cindelaila : (berbisik-bisik) peri, gimana nih?? Ntar aku bisa di marahin
kalau
masuk kedalam!
Peri : (sejenak berfikir) hmhmhm,,, aku punya ide!
Pangeran, kami akan ikut, tapi kami akan ganti pakaian dulu
Iqbal : oke, kami akan menunggu kalian disini!
Fandy : (berbisik kepada Iqbal) keliatannya kita uda mendapatkan
pemenangnya!

Beberapa saat kemudian......... CLINGCLINGCLING

Peri : Kami sudah siap!
Fandy & Iqbal : Wah, kalian tampak beda sebelumnya......
Ayo kita masuk.....

Lalu......

Ibu tiri : ha?? Liat mereka! Kenapa pangeran menggandeng tangan
seorang perempuan???
Saudara tiri 2 : hah!! Iya buk, kenapa pangeran Iqbal menggandeng tangan orang
lain??? Kenapa bukan aku??
Saudara tiri 1 : pangeran Fandy juga buk!!
(mereka merengek kepada ibunya)

Kemudian......

Fandy : Ayah dan bunda, kami sudah menemukan pemenangnya! Mereka
inilah yang bisa bermain rubik
Iqbal : iya, betul kata kakak! Kalau tidak percaya ini buktinya (sambil
menodongkan 2 rubik yang sudah jadi di hadapan mereka)
Fandy : kami tidak bohong ayah & bunda, kami yang melihat sendiri
mereka bisa bermain rubik ini!
Raja : iya kami percaya kepada kalian, dan apa kalian cocok dengan
mereka??
Ratu : iya, apa kalian sudah memutuskan kalau mereka sudah menang?
Fandy dan Iqbal : sudah bunda, kami sudah mantap...

Raja dan Ratu pun mengumumkan pemenangnya......
Ibu tiri Cinde dan ke-2 kakaknya keheranan, lalu tanpa disadari datang seorang laki-laki.

Ayah Cinde : Cinde.... anakku,,
Cindelaila : Hah??? Ayah!!!

Semua keheranan. Termasuk Ibu tiri dan ke-2 kakaknya. Mereka sangka ayah Cinde sudah mati ternyata ayah cinde di temukan oleh Raja dan pangeran Fandy saat berburu di hutan.

Fandy : hah?? Cinde ini ayah kamu???
Cindelaila : Iya pangeran. Sudah lama ayahku hilang.
Raja : huh, untung saat itu aku dan anakku Fandy, menyelamatkan dia.
Cindelaila : terima kasih Raja dan pangeran!
Fandy : iya.

Tiba-tiba......

Ibu tiri : Ayah, lama sekali engkau tidak pulang...
Saudara tiri 1&2 : iya ayah, kenapa tidak pulang...
Ibu tiri : Cinde, maafin ibu ya... ibu selama ini menyiksamu, sekarang
kamu boleh melakukan apapun untuk membalas perbuatan ibu
dan kakakmu!
Cindelaila : ibu, ibu nggak perlu sedih, semuanya akan kembali seperti
semula kalau ibu mau berubah!
Ibu tiri : iya, ibu janji akan berubah. Tapi apa kamu mau memaafkan
kami?
Cindelaila : ya, aku akan memaafkan kalian, asal kalian berjanji padaku
Ibu tiri dan Saudara tiri 1&2 mengangguk
Ratu : Jadi semua bahagia kan.....
Peri : iya donk, Di sini semua harus bahagia......

HAHAHAHAHAHAH............

Akhirnya, semua berakhir bahagia dan Peri menjadi manusia selama dia mau. Dan Peri menjadi teman pangeran Iqbal, dan Cindelaila menjadi teman pangeran Fandy. Ibu Grace dan ayah Cinde hidup bahagia bersama ke-2 anaknya. Begitu juga dengan Raja da Ratu.

Laman

Ceplas Ceplos


ShoutMix chat widget

Tersangka Blog

Foto Saya
Life is a Trouble think
Lihat profil lengkapku